Archive for July, 2006

terasing

Monday, July 10th, 2006

aku pernah diceritain ulang sama temenku yang baca novel [coz aku males bacanya] judulnya alien [aku lupa ejaannya] tp dia bilang "bukan alien yg kayak di the x-file. tp alien artinya terasing"

ceritanya bagus banget. tentang pikiran seseorang yang merasa disisihkan oleh dunia. aku yakin, semua orang normal yg pernah hidup di planet ini pasti sudah pernah merasakan hal tersebut. cuma kadarnya dan penyikapannya saja yg berbeda-beda tiap individu. aku juga pernah.

namun di novel tersebut, sebegitu hebatnya guncangan psikologis sang tokoh hingga dia tak bisa membedakan hitam dan putih lagi.

terasing. seakan seluruh makhluk memebencimu. bahkan kamu menganggap Sang Maha Penyayang pun telah melupakanmu. aku pernah mengalami itu semua. bahkan aku menantangNYA. naudzubillah mindzalik. tak akan pernah kulakukan lg.

dan ketika sinar terang sudah meluruhkan semua penyesatan itu. kamu harus bisa bertahan dan berjuang. entah dari mana pun sinar itu, bisa dari ucapan sahabatmu, bisa dari candaan iseng pelawak di televisi, bisa dari rengekan tangis anak kecil kepada ibunya, bisa dari kicauan burung yang hampir musnah, bisa dari lirik lagu dari penyanyi yang kau benci, bisa dari mimpi yang terlupakan, bisa dari kemarahan preman yang otaknya mengecil, bisa dari orang yang kamu anggap sampah di hidupmu, bisa dari catatan yang tercecer di lantai kamar mandimu, bisa dari harum tubuh yang kaurindukan,,,,  dengarlah dan pekalah pada sekelilingmu. tak ada yang membencimu. semua menyayangimu. bila mereka membencimu, percayalah … hal pertama yang mereka lakukan adalah membenamkan kepalamu ke dalam ketololanmu sendiri, meninggalkanmu dan membiarkan dirimu digerogoti semua binatang menjijikan hingga sirna. tapi mereka tidak meninggalkanmu. mereka tetap bersamamu.

oh, jiwa yang malang. i need you. mengapa ketika semua orang ada di sisiku untuk berbagi rasa. kau menghilang meninggalkan nafas tubuhmu di benakku. memancangkan keindahan masa lalu untuk kutatap nanar begitu semu.

terasing

Monday, July 10th, 2006

aku pernah diceritain ulang sama temenku yang baca novel [coz aku males bacanya] judulnya alien [aku lupa ejaannya] tp dia bilang "bukan alien yg kayak di the x-file. tp alien artinya terasing"

ceritanya bagus banget. tentang pikiran seseorang yang merasa disisihkan oleh dunia. aku yakin, semua orang normal yg pernah hidup di planet ini pasti sudah pernah merasakan hal tersebut. cuma kadarnya dan penyikapannya saja yg berbeda-beda tiap individu. aku juga pernah.

namun di novel tersebut, sebegitu hebatnya guncangan psikologis sang tokoh hingga dia tak bisa membedakan hitam dan putih lagi.

terasing. seakan seluruh makhluk memebencimu. bahkan kamu menganggap Sang Maha Penyayang pun telah melupakanmu. aku pernah mengalami itu semua. bahkan aku menantangNYA. naudzubillah mindzalik. tak akan pernah kulakukan lg.

dan ketika sinar terang sudah meluruhkan semua penyesatan itu. kamu harus bisa bertahan dan berjuang. entah dari mana pun sinar itu, bisa dari ucapan sahabatmu, bisa dari candaan iseng pelawak di televisi, bisa dari rengekan tangis anak kecil kepada ibunya, bisa dari kicauan burung yang hampir musnah, bisa dari lirik lagu dari penyanyi yang kau benci, bisa dari mimpi yang terlupakan, bisa dari kemarahan preman yang otaknya mengecil, bisa dari orang yang kamu anggap sampah di hidupmu, bisa dari catatan yang tercecer di lantai kamar mandimu, bisa dari harum tubuh yang kaurindukan,,,,  dengarlah dan pekalah pada sekelilingmu. tak ada yang membencimu. semua menyayangimu. bila mereka membencimu, percayalah … hal pertama yang mereka lakukan adalah membenamkan kepalamu ke dalam ketololanmu sendiri, meninggalkanmu dan membiarkan dirimu digerogoti semua binatang menjijikan hingga sirna. tapi mereka tidak meninggalkanmu. mereka tetap bersamamu.

oh, jiwa yang malang. i need you. mengapa ketika semua orang ada di sisiku untuk berbagi rasa. kau menghilang meninggalkan nafas tubuhmu di benakku. memancangkan keindahan masa lalu untuk kutatap nanar begitu semu.

kematian yang gagah

Thursday, July 6th, 2006

jiwa manusia sangat rapuh. kadang bergetar, kadang bergeming. masih kuingat saat itu. aku juga pernah mendamba sebuah kematian. tapi ada beberapa alasan hingga aku tak memberikan hidupku dengan cuma2. yang terdengar di hati karena kuucap dengan jiwa adalah "Tuhan, jika aku mati dalam perjalanan ini. maka kuterima takdirMU. tapi jika aku pulang selamat, maka akan kulanjutkan hidupku. aku akan menganggap masa2 suram itu sebagai kesalahan dimensional. bahwa aku pernah tersesat ke dimensi paralel."
seorang diri kulangkahkan kakiku menapaki punggung gunung slamet; gunung tertinggi di jawa tengah. tertinggi kedua setelah semeru, di pulau jawa ini.
ternyata aku bisa kembali dengan utuh.
maka kulanjutkan hidupku.

Kebodohan Tingkat Tinggi

Monday, July 3rd, 2006

hehehe,,, inilah kebodohan tingkat tinggi yang pernah aku lakukan. terkunci.
kata yg sederhana. kata dasarnya adalah kunci. yaitu sebuah perangkat untuk
membuat suatu sekat antar ruang dapat ditutup dengan baik agar yang tak
berhak tidak mendapatkan akses. namun kata dasar tersebut diberi imbuah "ter"
dan inilah yg membuat aku demikian ajaib (sangat2 bodoh sekali) hehehehe,
hiperbola sekali neeh!
ada solusi? tentu saja selalu ada. dan konsekuensi terberat adalah gwe gak
bakalan bisa tidur. jangan sampe deg. buktinya aku masih bisa ngetik blog ini dan
berbagi cerita. berarti aku sudah berada di rumah. dan bisa tidur dengan nyaman.
tentunya dengan berbagai
macam hambatan dan cara untuk mengatasinya.
yang pasti, aku gak akan bilang. aku terkunci dimana?

Fighter

Sunday, July 2nd, 2006

dari dulu gwe mencap diri sendiri sebagai Single Fighter. apalagi dalam urusan "menghidupi" diri sendiri. secara ekonomi, orang tua gwe termasuk orang yang berada di kampung gwe [tentunya] hehehehe,,, tapi gwe gak mau ngerepotin mereka [beliau; my mom's absolutelly.] bahkan kakak gwe bisa dibilang sebagai milyader. tapi gwe gak pernah merengek minta uang kepada mereka. ooh, poor of me. saat gwe kuliah [sejak krisis moneter melanda indonesia] gwe berusaha menghidupi diri gwe sendiri di tengah2 keadaan ekonomi yang semakin memburuk. alhamdulillah, Tuhan masih memberikan rahmatNYA kepadaku. hingga saat ini aku masih bisa mengaliri setiap tetes darahku setiap butir keringatku dengan hasil kerja kerasku. mungkin aku terlalu naif tentang konsep kasih sayang dan kekeluargaan. tapi aku tahu bahwa aku harus bisa hidup seorang diri. coz i’m a single fighter. apa yang gak bisa gwe lakukan? harus gwe bisa lakukan sendiri karena aku tahu hukum agamaku bahwa seorang pria dikatakan dewasa jika sudah pubertas plus sudah dibekali ilmu dan pengetahuan oleh orang tua. aku sudah punya syarat itu saat aku masih kuliah, maka harus kulakukan kewajiban sebagai pria dewasa. yaitu, menghidupi dirinya sendiri. adapun jika masih ada keluarga dekat atau teman yg mau membantu kehidupanku. itu hanyalah sebagai shadaqoh, bukan kewajiban mereka untuk menghidupiku. tapi kewajiban mereka untuk membantuku mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. itulah hakekat kekeluargaan dalam Islam.
kadang aku merasa capek sekali menjalani hidup ini. kadang aku harus bekerja 14 jam sehari, dengan rataan 10 jam perharinya. hmmm,,, tapi aku bangga. karena aku bekerja dengan kekuatanku sendiri. bahkan nilai2 formal [transkrip nilai]  yg menjadi referensi perusahaan pun aku dapatkan dari usahaku sendiri. maaf, aku sedikit mngesampingkan konsep ketuhanan. bukanya aku egois, permisif atau takabur. tapi harus kujelaskan lagi, bahwa takdir ALLAH atas diriku adalah mutlak. aku tak bisa melakukan apapun tanpa kehendakNYA. Allahu akbar.
orang2 yg selalu ada saat aku butuhkan adalah; renov, kang ipah+kang op, iing
tengkyuh untuk kalian semua. bahkan aku ikhlas jika harus memberikan nyawaku bila kalian pinta.