kematian yang gagah
jiwa manusia sangat rapuh. kadang bergetar, kadang bergeming. masih kuingat saat itu. aku juga pernah mendamba sebuah kematian. tapi ada beberapa alasan hingga aku tak memberikan hidupku dengan cuma2. yang terdengar di hati karena kuucap dengan jiwa adalah "Tuhan, jika aku mati dalam perjalanan ini. maka kuterima takdirMU. tapi jika aku pulang selamat, maka akan kulanjutkan hidupku. aku akan menganggap masa2 suram itu sebagai kesalahan dimensional. bahwa aku pernah tersesat ke dimensi paralel."
seorang diri kulangkahkan kakiku menapaki punggung gunung slamet; gunung tertinggi di jawa tengah. tertinggi kedua setelah semeru, di pulau jawa ini.
ternyata aku bisa kembali dengan utuh.
maka kulanjutkan hidupku.