Hidupku

setiap kata yang kutuliskan, seperti layaknya bara api yang tak padam kugenggam. meski tak membakar namun cukup menyakitkan. entah, bagian yang mana dalam hidupku yang tak dapat kupahami. apakah deretan angka yang selalu berderet rapi dalam hitungan waktu yang memaksaku untuk tetap membeku. ataukah sebuah penantian yang terlalu membosankan. karena yang kubutuhkan hanya satu kata; "kepercayaan" .. mudah diucapkan namun sangat sulit untuk kudapatkan. darimu. wanita yang dapat membuat aku menangis. mengering dan membeku, hingga tak dapat kureka batas2 logika.
aku mulai bosan dengan jeratan yang tak pernah mengendur. aku bukan sesuatu yang spesial. kamu bukan sesuatu yang istimewa. dan bukan siapa2. dan mungkin akhirnya letih. aku yang rapuh dibungkus dengan ke-aku-an yang semakin mengeras. hanya aku yang sepertinya mengerti tentang aku. tidakkah kamu?
mungkin juga karena aku terlalu banyak berpikir. terlalu banyak melihat jejak kaki di belakang. KARENA APA? karena aku tak sanggup menatap ke depan .. terlalu sempurna. semua bayangan indah yang pernah kubangun dengan idealisme bodoh. toh, aku masih saja berjalan sendiri. dan kulihat semua objek optik di retina mataku semakin menjauh, entah nyata atau semu. aku tak peduli lagi. aku sudah terlalu malas untuk mengatakan itu semua. aku hanya ingin bermain dengan pikiranku saja. SAAT INI. karena tak ada yang bisa merampasnya dariku. aku merdeka dengan pikiranku.
dapatkah kureka ulang semua coretan tinta yang menyebar tak tentu arah. kromatografi. d@mn gunadem. ternyata masih engkau yang memegang pena itu. hmmm,,,, inilah pikiranku. lalu sipakah aku. sebuah profil tak berguna. sosok manusia yang terkucil karena perkembangan jiwa anak2 yang selalu diremehkan ,, tumbuh dalam keremajaan yang dibimbing oleh rangkaian kalimat dalam semua  buku2 yang tak kutahu maksud sang penulisnya. menuju dewasa dalam kemandirian yang dipaksakan. bertahan hidup dalam kekerasan psikologis intelektualisme. aku adalah rantai yang hilang dari sebuah generasi dua masa. JEMBATAN TAKDIR BELUM JUGA KULEWATI. aku masih meniti di setengah perjalanan. aku mebutuhkan semua yang dapat mendukungku. setiap pikiran bebas yang dapat menjelma menjadi semangat. seluruh kekuatan alam yang dapat membimbingku. dan aku masih juga mencari. SEBUAH ARTI DIRI. ingin kutempa hati ini. dengan bara api yang masih kugenggam. hingga tak terhitung deretan angka yang kulewati setiap detiknya. aku masih bisa bersabar. aku masih bisa bersabar. aku masih bisa bersabar, karena aku percaya. karena aku percaya. karena aku percaya kepadamu. hanya kepadamu.

One Response to “Hidupku”

  1. d'mischievous Says:

    ow wow!!!!!
    sungguh mengesankan…!!!
    ternyata bisa juga drimu…..

Leave a Reply