Archive for December, 2006

Terlalu Indah untuk Dibukukan

Monday, December 4th, 2006

Kata Dokterku ada 4 naluri dasar manusia yang berbasis pada "animal insting" karena pada dasarnya manusia juga "binatang" yaitu ; libido, naluri bertahan hidup, naluri kematian, dan agresivitas. Tapi aku lebih menyukai naluri kematian. Entah mengapa? Mungkin karena aku terlalu berpikir logis sehingga aku tak mampu membayangkan,,, apakah kematian itu? Menarik bukan? Coz manusia berpikir selalu tertarik dengan sesuatu yang dianggapnya begitu sulit disentuh. Tak ada penjelasan logis tentang kematian.
Seperti akhir sebuah buku, epilog sebuah cerita. Mungkin tak mewakili semuanya. Namun satu hal yang unik dengannya. Kita tak bisa menulis sebuah akhir cerita, meski kita mengiginkannya. Manusia yang lainnya cuma bisa membaca kembali bab-bab terdahulu yang pernah kita tulis. Sebuah rangkaian cerita yang kadang tak saling berkaitan. Karena kita membatasinya dengan judul kecil. Inilah hidupku. Seakan kata itulah yang ingin kita sampaikan kepada semua orang. Aku menyadari hidupku yang begitu terasing, Seorang Pamikir Bodoh.
Aku tak mencoba untuk memilih kematian. Namun aku ingin semua orang mengenangku dalam kebaikan, hingga terlalu indah untuk dibukukan. Semua kenangan tentangku adalah keindahan alami yang terukir oleh waktu. Dihiasi oleh warna-warna kelam yang semakin memucatkan garis kehidupan. Dan tak ada yang dapat menetralkannya kecuali cinta. Cinta yang tak dapat tergantikan. Atau mungkin setiap cinta adalah hal yang tak tergantikan.
Aku terlalu menghakimi diriku. Jangan berlagak seperti seorang ksatria. Seakan aku berkuasa atas hidupku. Jangan berharap memiliki sebuah kematian bila tak pernah merasakan kehidupan. Sebuah komunikasi nonverbal yang sulit untuk kuungkapkan.